Vivo X300 Ultra Siap Hadapi Xiaomi 17 Ultra, Tapi Ada Fitur Kamera yang Dikabarkan Hilang

Vivo tampaknya bersiap membawa penerus Vivo X200 Ultra ke pasar global. Berdasarkan laporan terbaru, Vivo X300 Ultra disebut akan meluncur di luar Tiongkok dan menyasar pasar Eropa pada 2026. Jika benar, ini akan menambah pilihan flagship kamera kelas atas, sekaligus menempatkan Vivo X300 Ultra sebagai pesaing langsung Xiaomi 17 Ultra dan Samsung Galaxy S26 Ultra.

Namun, tidak semua kabar terdengar positif. Sejumlah bocoran menyebutkan ada fitur kamera praktis yang justru dihilangkan dibanding pendahulunya.

Sertifikasi Eropa Menguatkan Sinyal Peluncuran Global Vivo X300 Ultra

Informasi terbaru menunjukkan sebuah smartphone Vivo dengan nomor model V2562 telah muncul dalam basis data sertifikasi EEC (European Economic Commission). Model ini diyakini sebagai varian global dari Vivo X300 Ultra. Meski Vivo belum memberikan pernyataan resmi terkait peluncuran di luar Tiongkok, kemunculan sertifikasi ini sering kali menjadi indikasi kuat bahwa perangkat tersebut memang disiapkan untuk pasar internasional.

Sebelumnya, rumor sudah menyebutkan bahwa Vivo dan Oppo berencana menghadirkan flagship kamera mereka ke Eropa untuk bersaing dengan Xiaomi 17 Ultra. Dengan adanya sertifikasi ini, peluang Vivo X300 Ultra hadir secara global terlihat semakin besar, meskipun untuk saat ini jadwal rilis dan ketersediaan di Indonesia masih belum diumumkan.

Bocoran Spesifikasi: Layar OLED 6,82 Inci dan Kamera 200MP

Menurut bocoran dari Digital Chat Station, Vivo X300 Ultra akan dibekali layar OLED datar 6,82 inci buatan BOE, dengan bezel tipis dan rangka logam bertepi datar. Dari sisi kamera, konfigurasi utama disebut tetap mengandalkan pendekatan fotografi khas Vivo dengan kolaborasi Zeiss.

Perangkat ini dikabarkan membawa tiga kamera belakang dengan panjang fokus 14mm (ultrawide), 35mm (kamera utama), dan 85mm (telefoto periskop). Sensor telefoto periskopnya disebut beresolusi 200MP, dan rumor sebelumnya juga menyebut kemungkinan penggunaan sensor Sony LYT-901 200MP berukuran 1/1.12 inci. Modul kamera belakang tetap berbentuk bulat dengan ketebalan yang kurang lebih sama seperti generasi sebelumnya, meski posisi kamera periskop dikabarkan sedikit bergeser ke sisi kanan.

Untuk daya, versi Tiongkok dari Vivo X300 Ultra disebut akan dibekali baterai sekitar 7.000mAh. Namun, untuk varian global, kapasitas baterainya diperkirakan lebih kecil karena menggunakan sel tunggal, menyesuaikan regulasi dan desain pasar internasional.

Tombol Kamera Fisik Dikabarkan Dihapus

Salah satu perubahan yang paling disorot adalah hilangnya tombol shutter kamera fisik. Fitur ini sebelumnya hadir di Vivo X200 Ultra dan dinilai memudahkan pengambilan foto, terutama bagi pengguna yang sering memotret secara horizontal.

Jika bocoran ini akurat, keputusan Vivo menghapus tombol tersebut bisa dianggap sebagai penurunan dari sisi kepraktisan. Langkah ini disebut-sebut mengikuti pendekatan Xiaomi, yang pada Xiaomi 17 Ultra tidak menyertakan tombol shutter dan lebih mendorong penggunaan aksesori kamera tambahan.

Bagi sebagian pengguna, terutama penggemar fotografi mobile, absennya tombol fisik ini bisa menjadi pertimbangan penting saat membandingkan Vivo X300 Ultra dengan para pesaingnya.

Persaingan Flagship Kamera Makin Ketat di 2026

Dengan indikasi peluncuran global Vivo X300 Ultra, pasar flagship kamera pada 2026 diperkirakan akan semakin kompetitif. Vivo tampak serius menantang dominasi Xiaomi dan Samsung di segmen ini, meski ada kompromi tertentu seperti penghapusan tombol kamera dan kemungkinan baterai yang lebih kecil untuk pasar global.

Untuk saat ini, harga dan ketersediaan resmi Vivo X300 Ultra di Indonesia belum diumumkan. Namun, jika benar meluncur secara global, perangkat ini berpotensi menjadi salah satu opsi menarik bagi pengguna yang mengutamakan kualitas kamera kelas atas.

Sumber: Notebookcheck