Motorola Moto Watch Resmi Diperkenalkan dengan Teknologi Polar dan Baterai Hingga 13 Hari

Motorola kembali meramaikan pasar smartwatch dengan memperkenalkan Moto Watch di ajang CES 2026. Setelah sebelumnya merilis Moto Watch Fit, model terbaru ini menandai pendekatan yang lebih serius ke arah kesehatan dan kebugaran melalui kerja sama dengan perusahaan sport science, Polar. Dengan desain baru dan fokus fitur yang lebih spesifik, Moto Watch ditujukan bagi pengguna yang mengutamakan pemantauan aktivitas fisik dan daya tahan baterai.

Desain Bulat dengan Layar OLED 1,43 Inci dan Ketahanan Air IP68

Berbeda dari Moto Watch Fit yang berbentuk persegi, Moto Watch hadir dengan desain bulat. Jam tangan ini menggunakan layar OLED berukuran 1,43 inci yang ditempatkan dalam casing aluminium berdiameter 47 mm. Di sisi kanan terdapat crown berbahan stainless steel untuk navigasi.

Motorola menawarkan beberapa pilihan tali, mulai dari silikon, kulit, hingga stainless steel. Untuk ketahanan, Moto Watch memiliki sertifikasi IP68 untuk debu dan air, serta rating tambahan 1 ATM yang memungkinkan penggunaan di air dangkal. Layar dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 3.

Fitur Kebugaran Berbasis Polar dengan Fokus Pemulihan dan Intensitas

Kolaborasi dengan Polar menjadi sorotan utama pada Moto Watch. Selain pelacakan langkah, detak jantung kontinu, kadar oksigen dalam darah, tingkat stres, dan tidur, perangkat ini juga membawa fitur khas Polar seperti Smart Calories, Nightly Recharge, dan Activity Score. Fitur-fitur tersebut dirancang untuk memberikan gambaran keseimbangan antara aktivitas, pemulihan, dan intensitas latihan, bukan sekadar angka mentah.

Moto Watch juga mendukung pengingat hidrasi, notifikasi konsumsi obat, serta target aktivitas yang dapat disesuaikan. Dengan label “Powered by Polar”, ini menjadi perangkat pertama Motorola yang secara resmi membawa branding tersebut.

GPS Dual-Frequency, Panggilan Telepon, dan Daya Tahan Hingga 13 Hari

Di sisi smartwatch, Moto Watch mendukung GPS dual-frequency untuk pelacakan lokasi yang lebih presisi. Perangkat ini dilengkapi speaker dan mikrofon internal sehingga dapat digunakan untuk menerima panggilan telepon. Notifikasi dan ringkasan informasi dapat ditampilkan melalui moto ai, termasuk fitur “Catch me up” pada ponsel yang kompatibel.

Moto Watch menjalankan sistem operasi proprietary milik Motorola, bukan Wear OS, dan memerlukan smartphone dengan Android 12 atau versi lebih baru. Untuk daya tahan, Motorola mengklaim baterai dapat bertahan hingga 13 hari dalam penggunaan normal, atau sekitar 7 hari jika mode always-on display diaktifkan. Pengisian cepat juga disediakan, dengan klaim pengisian lima menit cukup untuk pemakaian satu hari.

Harga Moto Watch dimulai dari €99,99 untuk versi dengan tali silikon, dan hingga €149,99 untuk varian stainless steel. Perangkat ini dilaporkan akan tersedia di Amerika Serikat mulai 22 Januari 2026, dengan ketersediaan internasional menyusul pada Februari. Hingga saat ini, peluncuran resmi di Indonesia belum diumumkan.

Dengan fokus kuat pada fitur kebugaran berbasis teknologi Polar, Moto Watch diposisikan sebagai smartwatch yang menekankan pemantauan kesehatan dan efisiensi baterai. Di atas kertas, pendekatan ini menjadikannya alternatif yang lebih terjangkau bagi pengguna yang mencari jam tangan pintar dengan orientasi fitness yang jelas, meskipun persaingan di segmen smartwatch tetap sangat ketat.

Sumber: GIZMOCHINA